Buat saya kepemimpinan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Sejak 2000 tahun yang lalu. Bahkan sejak Adam diciptakan, Allah menamainya dgn sebutan Khalifah. Dan baru-baru ini masyarakat DKI juga sudah memilih seorang pemimpin.
Seorang pemimpin yang hebat dapat menggerakkan irama emosi pengikut mereka.
Sepanjang sejarah, para diktator menggunakan kemampuan ini dengan tujuan jahat. Orang-orang seperti Hitler, Firaun punya kemapuan hebat untuk menggerakkan massa yang begitu besarnya, dengan tujuan untuk merusak. Dan ternyata di sinilah letak perbedaan yang begitu krusial yaitu antara resonansi dan hasutan.
Para penghasut menyampaikan mantra-mantra mereka dengan emosi yang memadamkan harapan. Namun seringkali disebut sebagai inovasi dan imajinasi kreatif.
Tanpa memiiki kecerdasan moral, seorang pemimpin bisa saja memiliki kharismatik dan pengaruh. Sebaliknya kepemimpinan yang menggema didasari nilai-nilai agar emosi tetap terjaga pada hal-hal positif.
