Aku iseng-iseng browsing tanpa disengaja aku menemukan artikel ini. Ketika ku membacanya ketika itu pula cukup membuatku merinding. Artikel ini seolah-olah menguatkan anti body yang kumiliki. Wahai insan Muda, Bacalah...
Ini
adalah hari pertama aku pulang ke kampung halaman, disaat semua mata menerobos
masuk ke pintu mobil sedanku yang mengkilap. Dan mata-mata yang silau oleh
semir dari sepatuku yang hitam bercahaya. Tak lupa ku gapai rumah sahabatku,
Dana. Sumber inspirasiku. Hingga aku berhasil menjadi seorang perwira angkatan
laut, dengan pangkat Letnan Jendral. Amin.
”Dana...”
kupeluk dia yang tiba-tiba keluar dari pintu rumahnya. Disaksikan oleh kelima
adiknya serta para tetangga. Memang tak ada yang berubah darinya. Diam, pikiran
melayang, dan berwajah polos memikat, mungkin dia lupa bahwa telah berkata
bijak kepadaku. Menjadikan orang sukses yang ada di depannya ini sebagai
penggemar. Penggemar yang mengiangkan nama dan kata-katanya setiap waktu.
Dana,
seorang disabilitas tangguh yang masih berpikiran untuk maju, buktinya dia
memberi motivasi dan dukungan padaku hingga aku bisa sekuat ini. Hanya menunggu
waktu,
”Dana
kau akan maju menyusul penggemarmu ini, merentas kesuksesan sebagai anak
sulung”. Itu kata-kata yang kuucapkan saat ingin pamit pulang. Dan sepertinya
membuat mata Dana memerah, kemudian berderai. Oh tuhan, dia sudah peka !
Sumber: Bangun Inspirasi